Berkelakar dengan Bu Soekma
.... Aaaah, bu Soekma
Halo, selamat malem, semua umat Indonesia, salam sejahtera bagi jiwa-jiwa kita untuk hari ini dan seterusnya. Amin. Semoga saling tercerahkan. Semoga saja. Mari mengheningkan cipta mulai~
Puisi Bu Soekmawati, belakangan ini, lagi viral banget, bagi yang udah tau lewat video-nya, atau pun yang belum tau, berikut sajak-sajak puisi karya bu Soekmawati Soekarno Poetri secara lengkap. Gapapa ya, baca bentar, biar ketika kita menilai, ngga asal nge-judge tapi bisa dipertanggung-jawabkan, mari belajar bijak bareng-bareng. Buang malesnya, baca bentar kok, asah otak hehe.
Aku tak tahu Syariat Islam
Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah
Lebih cantik dari cadar dirimu
Gerai tekukan rambutnya suci
Sesuci kain pembungkus ujudmu
Rasa ciptanya sangatlah beraneka
Menyatu dengan kodrat alam sekitar
Jari jemarinya berbau getah hutan
Peluh tersentuh angin laut
Lihatlahibu Indonesia
Saat penglihatanmu semakin asing
Supaya kau dapat mengingat
Kecantikan asli dari bangsamu
Jikakau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi, dan kreatif
Selamat datang di duniaku, bumi Ibu Indonesia
Akutak tahu syariat Islam
Yang ku tahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok
Lebih merdu dari alunan azan mu
Gemulai gerak tarinya adalah ibadah
Semurni irama puja kepada Illahi
Nafas doanya berpadu cipta
Puisi di atas membuat kontroversi beberapa pihak, terutama umat Islam, membludak tanggapan, sosmed lain juga seperti Instagram dan Twitter ngga akan ketinggalan membahas puisi beliau. Sebentar, kalian tau ngga Bu Soekma siapa? Anaknya Pak Soekarno? Hubungannya sama Bu Megawati apa ya? Dan, sebenarnya agamanya beliau apa? Hehe, pada nanya gitu yak?
Nah, betul, bu Soekmawati Soekarno Poetri adalah anak Presiden RI yang pertama, Ir.Soekarno, istrinya bu Fatmawati Soekarno. Beliau juga adik kandung dari Bu Megawati Soekarno Poetri, mantan presiden RI juga lah. Agama beliau Islam kok. Dulu ketua umumnya Partai Nasional Indonesia (PNI). Sudah ya, tentang identitas beliau. Aku mau bahas fenomena yang berkaitan dengan video kontroversi beliau. Hehe
Banyak juga yang merasa terganggu dengan puisi bu Soekma, karena dianggap menista agama Islam. Sebenarnya, kalau ngomongin menista, dilihat-lihat, bu Soekma ini punya pesan yang ingin beliau sampaikan lebih dalam ke masyarakat Indonesia, tapi caranya yaitu dengan 'sajak puisi yang membandingkan agama Islam'. Rangkaian kata beliau yang membuat orang muslim terganggu. Seolah-olah Islam rendah banget di matanya.
Tapi, gini lho, aku ngga bakal bahas attitude beliau, tapi mari analisis puisinya. Kali aja pemikiran kita sama, ya mari, cari solusi bareng biar jadi provokator perdamaian, kan asik tuh? Hehe
Aku tak tahu Syariat Islam
Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah
Lebih cantik dari cadar dirimu
Konde sebagai budaya Indonesia entah murni atau tidak, (sebenarnya sudah ada di zaman Mesir Kuno) dibandingin sama cadar. Kita tau kedua-dua nya sebenarnya adalah sama-sama budaya. Toh, konde adalah budaya dari dulu yang siapa saja boleh melestarikannya, bukan sekedar Indonesia saja kan? Karena konde ya, salah satu ciri khas kita yang bisa buat simbol persatuan, siapapun bisa memakainya, iya, siapapun, Kristen, Hindu, Buddha, Jawa, Maluku, Kalimantan, siapapun di Negeri ini bebas mengenakannya koq.
Sulit mendefenisikan yang mana sebenarnya budaya asli yang harus dipertahankan. Apa konde adalah budaya asli Indonesia? Yakin? Orang melayu Indonesia sendiri sebenarnya adalah orang-orang impor dari luar, seperti daratan China, dan sebagainya. Dan ternyata, KONDE BUKAN BUDAYA ASLI INDONESIA. Konde sudah dikenal di zaman Mesir Kuno. Konde pun mulai populer ketika Raja Prancis LouisXIII menggunakannya.
Sedangkan cadar jujur saja, kita pandang secara objektif, cadar bukanlah budaya murni Indonesia dan Islam bukan? Karena zaman dahulu, cadar sudah ada sebelum Islam datang. Hal ini diketahui dari beberapa sumber. Salah satunya adalah riwayat dari Abdullah bin Umar. Dalam riwayat itu, Aisyah bertemu Nabi Muhammad ketika Aisyah menggunakan cadar. Aisyah merupakan istri Nabi Muhammad.
"Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra bahwaia berkata, “Ketika Nabi Muhammad SAW menikahi Shafiyyah, beliau melihat Aisyah mengenakan niqab (cadar) di tengah kerumunan para sahabat dan Nabi mengenalnya.”(Ibn Sa’d, thabaqat)
Termasuk jilbab, kalau sekedar memakainya, orang Yahudi juga lebih dulu mengenakan jilbab. Karena dulu banyak debu, untuk menjaga dari polusi debu dan faktor lainnya ya orang Yahudi pakai jilbab. Bener ngga? Kalau salah, koreksi bareng aja di kolom komentar bawah. Jadi, Sulit mendefenisikan yang mana sebenarnya budaya asli yang harus dipertahankan atau ditinggalkan karena tercampur dengan kebiasaan yang dilakukan secara berulang-ulang sekaligus anjuran agama.
Oke, kalau melihat pemikiran dari orang-orang seperti bu Soekma, beliau mungkin beranggapan bahwa “banyak yang memakai cadar, tapi ujung-ujungnya radikalisme muncul teroris, pengeboman antar manusia, jihad dengan mengatasnamakan agama.” Akhirnya, agama Islam malah dianggap jelek dengan citra terorisme dan cadar tersebut. Jadi, beliau seperti menganggap saling bunuh-membunuh atas nama agama, istilahnya jihad.
Nah, bu Soekma mengarang puisi sepertinya terlalu intim ke sebuah RAS, beliau berperspektif subyektif. Bayangkan cadar yang dipakai oleh umat muslim sejak lama dan hijab yang sudah dianjurkan oleh agama Islam, bertujuan baik, malah dihina? Gimana posisi orang Islam, apa bu Soekma berfikir akan ada yang sakit hati ngga ya jika memakai sajak yang sensitif seperti itu?
Mungkin itikad beliau baik, kalau dilihat dari sisi positifnya, tapi secara pribadi, aku ngga berani mengikutinya, karena cara beliau dalam mengingatkan. Bukan berarti aku sudah benar ya, bukan. Agama Islam bukan tentang ibadah saja koq, tapi juga membahas tentang bersosial, bermuamalah, bermanfaat bagi sesama. Oke? Lha, kalau mengingatkan sesama dengan cara seperti itu, ada yang terdholimi ga? Ada yang sakit hati? Coba, fikir.
Aku tak tahu syariat Islam
Yang ku tahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok
Lebih merdu dari alunan azan mu
Adzan? Ada yang bertanya, kenapa koq adzan? Gini ya, bagi orang Islam adzan adalah alunan paling merdu di dunia ini. Sebagai pengingat waktu sholat, dengan pengeras suara agar yang jauh terdengar, padahal hati kita sebenarnya tidak jauh dengan Tuhan, semoga saja. Maksud beliau itu begini lho, adzan kan pakai mikrofon ya, nah, kalau bagi umat Islam kan sah-sah saja, karena tujuannya baik koq, mengingatkan ibadah, yang jauh biar terdengar, misalnya. Dalam artian orang Islam menganggap itu sudah bener gitu lho.
Tapi, bagi umat agama lain, kira-kira dengan bunyi pengeras suara selama lima kali dalam sehari, wajar ngga bagi mereka? Maaf, sedikit terganggu ngga? Dalam artian, iya Adzan baik tapi untuk kepentingan agama Islam saja. Sedangkan agama lain, atau bahkan yang tidak beragama juga? Mungkin tidak se-frekuensi dengan keyakinan kita, umat Islam, tidak se-rasa dengan kita akan adanya adzan. Makanya kenapa bu Soekma nulis sajak seperti itu, mungkin beliau ingin menyampaikan keresahan umat lain tentang hal ini, seperti adzan misalnya.
Sebentar, kita berkelakar dulu ya, pakai tebak-tebakan. Kalau misal ada non-Islam nih terganggu atau protes sama adzan dia dateng ke Masjid, marah-marah karenaterganggu pengeras suara, ke takmir masjid bahkan berniat membakar kabel pengeras suara, kira-kira apa reaksi takmir tersebut? Bukan hal yang ngga mungkin, non-Islam tersebut malah dimarahin atau disemprot sama takmir Masjid tersebut. Dihajar rame-rame warga setempat karena membakar pengeras suara buat adzan yang selama ini sudah dipakai. Ya nggak? Inget lah kasus berita orang yang dituduh maling amplifier masjid hingga digebukin massa sampe meninggal? Bagi yang ngga tau, bisa ketik di google, ngga sulit koq, internet selalu menyimpan rekam jejak berita, hehehe.
Kalau sajak-sajak yang lain, menurut ku ada yg bagus sih, cuman kalau nyinggung agama itu kaya melanggar etik aja, ya. Kan ga boleh tuh puisi yang sampe nyinggung RAS, lebih ke menjatuhkan malah jadinya. Sangat disayangkan.
Tapi, intermezzo yuk, kalau seandainya nih, bu Soekmawati punya akun Instagram, pasti kolom komentar beliau akandi-nonaktifin, terus buat insta-storybunyinya "maaf Indonesia, saya khilaf, itu hanya karangan puisi saja, jadisaya fikir bebas kita mengarang yang fiksi. Maaf, telah mengganggu masyarakat Indonesia."
Terus insta-story beliau di-repost sama akun gossip @Lambe_Turahdengan caption "sambil ngemilin batako dan remahan rengginang denger puisi dari bu Soek,"
Berkembang, banyak pihak dari netizen hingga yang dirasa telah menjadi salah satu tokoh panutan di Indonesia membuat surat terbuka ditujukan ke bu Soekma, bisa berisi balasan jawaban puisi beliau, ya?
Meme-meme foto bu Soekma sambil disematkan beberapa tulisan di atasnya, lalu ibu jari netizen gencar nyari-nyari identitas asli beliau di internet, nyari kesalahan-kesalahan beliau terus save dan viralkan. Hingga menyangkut pautkan dengan bu Megawati. Lalu followers bu Soekma meningkat, dan beliau dilaporkan ke kepolisian dengan kasus penistaan agama. Saling adu domba satu sama lain.
Setauku, siklus buat jadi viral di Indonesia dengan kasus fenomenal seperti ya gitu, gimana? Valid ga? Hahaha xD
Aku bayangin, apa akan ada aksi kaya Ahok kemarin ya? Please, jujur, cape sama hal-hal seperti itu. Apalagi ini tahun politik, tokoh public yang kerap terdengar, seperti Fadli Zon dengan cuitannya kepak Jokowi, mahar politik, Prabowo, AHY yang digadang-gadang maju jadi cawapres bareng pak Jokowi, atau apapun lah sejenisnya. Sampe Habib Rizieq. Please, gengs, capek urus beginian.Semua orang bisa bertengkar hebat satu sama lain, menganggap dirinya palingbenar, yang lain, salah! Mudah teradu domba.
Iya, kita tau, ini menista agama, bagi sebagian orang. Ada yang tersinggung, terpancing akhirnya jadi saling beradu domba, nah pertanyaannya, siapa yang jadi penengah dari kasus ini ? Harusnya kita kan? Atau kita penonton aja nih (ngeliat ke arah anak muda) :D
Mari kita jadi provokator perdamaian bagi bangsa kita, bangsa Indonesia sendiri, indah kan perbedaan ini, kalau homogen semua, kita ngga bakal tau satu sama lain. Saling mengingatkan yuk! Jangan pake emosi, hemat energimu! Persaudaraan lebih penting. Mari hidup berdamai dalam perbedaan yang beragam ini.
Kalau punya pendapat berbeda, tulis aja di kolom komentar bawah, semua pendapat benar koq.
Hmmmm, typonya. Balapan sama aku.
ReplyDeleteWkwkkwkw
memijataksara.blogapot.co.id
Check
maklum, ngedit pake aplikasi nde hp. Srodok manual aplikasie. Wkwk
DeleteJosss. Wisadayanto
ReplyDeleteJos gandos markotop an dirimu, lho, Zainal
Delete