Bahasa Ilmiah: Penting ngga sih?


Halo, semua, pembaca yang budiman. Apa kabar? Semoga baik-baik saja yaaa. Makasih sebelumnya udah meluangkan waktu baca blog sesat dari ku. Hehe

Kali ini aku bakal bahas tentang penggunaan bahasa atau istilah ilmiah di kehidupan sehari-hari, sebenarnya itu penting ga sih?

Bahasa atau istilah ilmiah (next kita sebut pakai istilah ilmiah) itu bahasa yang dibuat oleh para ilmuwan, atau ahli bahasa juga. Nah, mereka para ilmuwan kita tuh mendapatkan istilah-istilah ilmiah itu dari luar negeri atau Inggris, sebab mempengaruhi orang yang akan mengusulkan nama dengan nama berbahasa Inggris.

Emm, sekarang aku ga bakal bahas tentang bahasa serapan dari Inggris terlalu jauh ya. Tapi, aku lebih tertarik bahas tentang orang-orang yang menggunakan istilah ilmiah dalam kehidupan sehari-harinya. Hehe santai ini sekedar diskusi doang koq atau sedikit pandangan aku aja. Soalnya belakangan ini aku sering jumpai temen-temen yang pakai istilah ilmiah dalam diskusi.

Ada kok, temen-temen ku kebetulan aku kan masih mahasiswa semester empat ya, jadi semakin hari bahkan belakangan ini aku semakin tau beberapa temen yang ku kenal juga sering pakai istilah ilmiah. Mereka pakai istilah ilmiah ketika diskusi, update story atau snapgram, caption di instagram, ya pokoknya apapun yang dia tulis yang ia tunjukan atau dia tau akan dibaca orang lain, gaya tulisannya itu pakai istilah ilmiah.

Santai men, itu normal kok. Aku juga dulu pas semester awal, atau semester satu juga suka banget pakai istilah ilmiah. Ngerasa cool, keren aja gitu, punya pengetahuan yang luas akan istilah-istilah ilmiah yang ga semua orang biasa gunakan dalam kehidupan sehari-harinya. Merasa seperti seorang pembeda. Next, ga sampai di situ koq, aku juga sering diskusi gitu atau mengkritik sistem-sitem yang ada di kampus, dan aku juga bahkan sering tuh ngajak adu argumen ke senior-senior. Senior organisasi yaaa.

Awalnya aku suka dengan dunia seperti itu, sekarang udah ngga tertarik sama sekali. Bahkan lebih ayem, tentrem dan ga terlalu neko-neko gitu. Ya, karena aku ngerasa ada masa jatuh tempo-nya koq. Fase masih menggebu-gebu dan penasaran, kemudian fase 'akan biasa saja'. Jadi, aku sekarang lebih slow dan ga terlalu aktif ikut diskusi sih.

Nah, bagi orang-orang intelek yang ngomong pake istilah-istilah ilmiah, itu keren, karena buku bacaannya bagus, pengetahuannya luas, pola pikirnya maju, sekali lagi aku salut. Tapi, sayang penggunaan istilah-istilah ilmiah yang mereka ucapkan itu terkesan ndakik-ndakik, ngga bisa ditangkap oleh masyrakat awam, ngga semua orang itu berpendidikan tinggi dan mengenal istilah-istilah ilmiah.

Kita bicara ke warga desa apa akan menggunakan istilah ilmiah? Ngga kan. Yang ada reaksi mereka akan mengernyitkan kening karena tidak paham ucapan dengan istilah ilmiah.

Misal, 'halo buk, perkenalkan saya Yanti dari organisasi anu, maaf gangu waktunya, gini buk, untuk menjadi kader yang produktif dan progresif itu kan perlu adanya _training_ yakni terjun dan reaksi sosial kepada penduduk setempat.' 

Waduh, bisa naik pitam tuh warga kalau kita ngomong gitu. Karena ucapan kita seperti produktif, progressif, reaksi sosial itu ga biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari men. Kalau begitu kader produktif ya bisa disederhanain, pengurus yang baik.

Hehe ya gitu, kita mesti ngomong yang mudah dipahami oleh masyarakat awam. Karena dengan begitu, warga ngga bakal ngerasa ada kasta di antara kita. Ngga bakal ngerasa ada sekat yang berpendidikan tinggi dan rendah.

Pelis gengs, aku juga tau koq semakin kalian sering menggunakan istilah ilmiah sebenarnya kalian masih pubertas intelektual. Iya serius deh. Hehe

Dan akibat lainnya ketika kita pakai istilah ilmiah pas nongkrong atau ngobrol biasa nih ke temen, ya teman atau lawan main bicara kita, ngga bakal tuh nanggepin obrolan kita dengan rileks, kenapa? Ya, karena dia ga paham apa yang kita omongin. Dia ngerasa kita sudah tidak setara lagi melalui gaya bicara atau gaya penulisan. Walaupun pasti ada temen yang muji kita kalau pakai istilah ilmiah dianggap keren, atau cuma dengan reaksi melongo aja. Hehe ngga bisa disamaratakan sih.

Aku tau, ketika tidak paham dengan kajian atau isu-isu aktual ditambah dengan istilah-istilah ilmiah sebenarnya juga karena kesalahan kita sendiri, sebab kurang membaca. Kurang belajar. Sibuk dengan status whatsApp, Instagram, Youtube, dan hal-hal lainnya.

Kita mesti banyak belajar. Termasuk belajar menempatkan posisi. Untuk renungan bersama aja. Paling ngga kita tau kapan kita bisa memakai istilah ilmiah, karena tidak semua masyarakat awam itu paham dengan istilah tinggi. Yang paham ya orang-orang akademisi, kaya misalnya pembimbing skripsi, tesis, terus guru besar kampus, tapi kan kita sehari-hari ngga hidup dan bergaul dengan mereka. oke?

Kita bertemu dan bersosialisasi dengan masyarakat awam. Kebanyakan lulusan SMA. Jadi, ketika kalian diskusi lalu pakai istilah-istilah ilmiah kadang membuat ku ingin berkata, 'plis, gunakan bahasa yang merakyat. Bahasamu ga dipahami oleh masyarakat. Sadar ga?'
**

Thanks.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

REVIEW FILM: KAFIR-BERSEKUTU DENGAN SETAN (2018)

Prestasi!