Mia Khalifa
Pagi-pagi tadi ogut (aku) scroll Intsagram-nya @Miakhalifa. Pagi yang "ah syudahlah.."
Mia Khalifa itu orangnya selalu senyum di segala kesempatan. Ngga tau kenapa gue feeling sama ini orang, doi ngga pernah 'komplen' dengan situasi di hidupnya.
Mia Khalifa itu orangnya selalu senyum di segala kesempatan. Ngga tau kenapa gue feeling sama ini orang, doi ngga pernah 'komplen' dengan situasi di hidupnya.
Cuman gue heran sama doi, sebenarnya doi ini orang mana, terus berita bahwa dia tidak diakui negara-nya juga kalian pernah denger ngga? Ntar, ogut cek dulu lah ya di mbah Gugel.
Oke, Mia Khalifa warga negara Libanon-Timur. Doi pindahan ke Amerika pada tahun 2000. Kemudian doi masuk dunia film biru tahun 2014. Oh my God, ternyata doi masih baru-baru, ya. Ogut pikir udah masuk tahun 2009-an.
Lanjut ?
Mia sendiri merupakan sarjana sejarah dari Universitas Texas di El Paso.
Cewek ini memiliki gelar “Bachelor of Arts”. Mia adalah cewek
kelahiran 10 Februari 1993 di Beirut, Lebanon. Mia awalnya bekerja sebagai pramusaji dan pembawa acara.
Kemudian ada yang menawari dirinya sebagai bintang film panas. Setelah berfikir panjang dan matang, Mia Khalifa mengambil tawaran tersebut. Pada tahun 2014, film panas yang Mia bintangi melejit keras. Tepatnya di bulan Januari, pencarian atas nama Mia Khalifa melejit lima kali lipat.
Karena profesi Mia Khalifa tersebut, negara asalnya Libanon tidak mengakui sebagai warga Libanon. Hal itu sebenarya berawal dari salah satu video Mia Khalifa yang sedang memakai jilbab ketika beradegan panas. Sehingga, negara Libanon dari situ merasa namanya mulai tercoreng.
Kemudian, Mia Khalifa sering mendapat ancaman akan dibunuh nyawanya jika masih terus beradegan panas. Mia pun merasa itu adalah hak-nya. Keluarganya juga ngga menganggap Mia Khalifa sebagai bagian dari keluarganya. Tapi, Mia Khalifa tetap konsisten dengan pilihan karirnya.
Ngga sampai di situ, Mia Khalifa ini beragama Islam. Kemudian dia berpindah agama masuk Kristen. Mungkin dengan pemikirannya yang sudah benar-benar bulat tersebut, membuat keluarga Mia Khalifa semakin kecewa. Tapi, Mia Khalifa ngga bertahan lama di industri 'perlendiran'.
Mia Khalifa memutuskan pensiun dan lebih memilih fokus ke dunia olahraga. Seperti menjadi pendukung basket, kemudian menjadi koresponden.
Mia Khalifa dengan segala pengalaman hidupnya tersebut, membuatnya untuk berfikir tenang dan tidak mau menyebut lagi masa lalunya. Tapi, dari kasus Mia Khalifa ini yang ogut salut, Mia telah melewati posisi yang rumit. Mia termasuk orang yang keukeuh dengan pendiriannya, entah pendiriannya berdasar hawa nafsu atau berdasar dengan pemikiran matang lainnya. Yang jelas itu membuktikan bahwa Mia Khalifa, sudah bisa mengambil keputusan sendiri tanpa campur tangan orang lain di hidupnya, bahkan keluarga sekalipun.
Ada pihak yang mengatakan, profesi Mia sebagai profesi murahan, sebab bagian tubuhnya dinikmati oleh orang lain, kemudian adegan panasnya dilihat orang banyak orang di seluruh dunia. Yang mana kita tau, jejak digital akan terus ada sampai kapanpun. Tentu video tersebut akan terus dilihat oleh banyak orang tiap harinya.
Tapi, ya realitanya emang gitu. Cuman menurut gue itu urusan dirinya sama Tuhan lah. Sebab, Mia sendiri yang mengambil keputusan tersebut, ia yang menjalani, ia juga udah tau resiko dan keuntungan apa yang ia peroleh. So that, sekarang Mia tentu telah melewati fase-fase yang akan mendewasakan dirinya. Ngga tau kenapa ogut ingin bahas dia, ya, rasanya tertarik aja. Kalian pernah kan, nemuin public figur yang ngga tau kenapa membuat kalian mau ngepoin hidupnya. Ya, itu yang gue rasain sekarang. Dan publik figurnya adalah Mia Khalifa.
Ngga peduli masa lalunya gimana, ogut juga bukan makhluk yang sempurna. Semua orang punya masa lalu dan kekurangan yang beda-beda. Dan tiap orang beda-beda pula dalam ''memilih'' dosanya.
Comments
Post a Comment