Dilema, Alhamdulillah
Aku dilema dengan segudang permasalahan. Tapi, aku bersyukur, sebab permasalahan ini tidak begitu membuatku stress hingga tak sanggup makan apalagi bunuh diri. Aku masih bisa komunikasi sehat dengan teman-temanku, ngobrol asik, makan dengan lahap, ibadah masih bisa nangis, kemudian belajar bisnis online secara maksimal.
Aku dilema sebab aku mendapat tantangan ''kecil'' dari bisnisku. Yakni mereka memberikanku motor atau uang setara harga motor scoopy dengan harga Rp. 18.000.000 secara cash dengan beberapa syarat dan ketentuan yang membuatku ''tertantang sekaligus beban''. Bersyukur aku memiliki lingkungan yang amat sangat positif sampai sekarang, mereka yang dari awal membimbingku untuk terus berjuang mengejar impian, Linco.
Dalam bisnis Lionco, aku masih *5 itupun perkembangan di PBO sekarang tanda silang, mati total. Awal bulan ini aku menarget untuk serius di bisnis ini. Nah, bisnis ini adalah bisnis online yang kegiatannya ada dua macam, yakni networking dan selling. Selama tiga bulan berturut-turut aku hanya fokus selling, karena margin yang ku dapatkan juga sangat menguntungkan alhamdulillah. Paling tidak kiriman dari orang tua udah bisa dikurangin.
Kembali ke topik, sekarang aku mesti ditantang ngejar reward berupa motor. Belum lagi aku juga punya impian punya peringkat *6 dan royal. Bulan April ini aku harap impianku tercapai, yakni *6 dan royal bulan pertama, minggu ketiga.
Aku awalnya mikir pesimis, bisa ngga nih, tapi ya gitu, lagi-lagi lingkungan bisnis online ku ini selalu memberiku motivasi supaya mindsetku ngga nge-down. Maklum, aku sering diremehin, jadi sebelum berjuangpun, mentalku ya ngga naik. Tapi, mereka terutama mentorku membuatku kagum banget. Aku perlahan mulai membiasakan diri untuk mengatasi tantangan, bukan dengan pesimis tapi optimis.
Nah, sekarang aku bingung, untuk memulai itu semua aku harus stok uang sekian atau paling nggak untuk iklan, agar jualanku makin laku. Tapi, aku ngga ada uang sama sekali untuk iklan, sebab uangku sudah habis untuk iklan, bencos semua. Awalnya aku iklan paid promote di kampus-kampus sekitar seminggu, itu bencos, balik modal dikit. Kemudian aku belajar lagi, coba lagi, iklan di akun publik, ngga balik modal juga. Cuma nanya-nanya, dan perkembangan followers pun ngg signifikan. Kemudian lanjut lagi, aku belajar di youtube dengan teknik jualan. Aku pun hingga mencoba beli di akun kompetitorku yang omsetnya besar, aku tiru gaya mereka dengan pura-pura menjadi pembeli, dan melihat bagaimana pelayanan mereka, kemudian aku terapkan dalam bisnisku. Lagi-lagi bencos.
Alhamdulillah aku masih belum patah semangat, namun aku bingung juga harus pakai cara apalagi untuk bisa jualan laku keras, dan bisa ngejar reward royal, syukur-syukur *6. Aku curhat ke Allah, kalo aku mau nyerah. Nyerah di sini artinya, aku minta uang ke orang tua. Padahal aku udah berusaha dan berdoa, agar aku benar-benar stop kiriman. Akhirnya, aku terpaksa dengan berat hati, menangis, seperti patah semangat, meminta kedua orang tua, ya walaupun aku masih berfikir bahwa aku bisa tanpa kiriman dari mereka. Sebab, aku tidak ingin memang minta uang mereka, aku ngga mau jadi beban mereka, aku benar-benar ingin meringankan beban mereka.
Hingga suatu ketika, aku tidak lagi berani telfonan sama ibuku, sebab aku tau ibuku pasti bertanya, "gimana ngajinya?"
"gimana jualannya?"
"gimana kuliahnya?"
Ngaji aku udah mulai jarang ikut, sebab aku mulai beralih ke bisnis online. Kemudian aku jualan juga mulai menurun, belum rezekiku untuk minggu-minggu terakhir ini, pasti ibuku khawatir. Aku ngga tega mendengar respon beliau. Kuliah juga sudah mulai biasa saja.
Dilema ku adalah bagaimana aku bisa mengejar royal sebelum tanggal 11, bagaimana aku bisa ngejar reward motor secara cash, bagaimana pula aku mulai jualan.
Tujuanku adalah, supaya penghasilanku bertambah, uangku bisa ku tabung, lalu ku gunakan biaya hidup sehari-hari, biaya UKT, dan biaya kost.
Ya Allah ya Rabbi, semoga sebelum tanggal 11 April aku bisa royal. Semoga jualanku laris manis, semoga aku benar-benar tidak minta uang kedua orang tuaku lagi atau ke saudara apalagi. Semoga dalam kesempitan ini aku tak sampai hutang kepada siapapun. Semoga aku bisa fokus ngaji lagi pelan-pelan, kembali aku bisa telfonan dengan ibu tanpa perasaan cemas. Semoga bisa ya Allah. Semoga aku bisa sedekah rutin tiap Minggu. Semoga aku tak malas-malasan. Amin
Comments
Post a Comment