Sufisme Berinteraksi dengan Orang Tua, Semudah Itu
Menyambung penjelasan artikel sebelumnya, berikut mengenai pembahasan lanjutan yang tidak kalah pentingnya terkait sufisme abad 21 berwujud ''Interaksi dengan Orang Tua".
Bagaimana jika kita berjauhan dengan orang tua, misalnya beda tempat, jarak yang jauh, ketika pulang hanya setahun dua kali, apa yang bisa kita lakukan untuk berinteraksi dengannya yang sifatnya membantu?
Bagaimana jika kita berjauhan dengan orang tua, misalnya beda tempat, jarak yang jauh, ketika pulang hanya setahun dua kali, apa yang bisa kita lakukan untuk berinteraksi dengannya yang sifatnya membantu?
Pertanyaan bagus, saya suka dengan pertanyaan ini, kenapa? Karena jawabannya sudah pasti mudah dipraktekkan. Jawabannya adalah ketika kita jauh dengann orang tua, jarang pulang kampung, maka yang paling bisa kita lakukan ''membahagiakan atau tidak membuatnya kecewa"
Maksudnya bagaimana?
Jika kita tidak bisa membahagiakan orang tua baik berupa materil atau formil, jangan buat mereka sedih apalagi kecewa. Hal yang membuat mereka kecewa, mudah. Dengan kita bercerita hal-hal sedih kepada mereka, tentu akan membuat sesak dadanya, karena kepikiran, cemas, gusar, sedih, tidak berada di sampingnya, was-was, dan lain sejenisnya. Perasaan seperti itu refleks muncul dari seorang ibu, jika kita selalu bercerita hal-hal menyedihkan di tanah rantau.
Misalnya, seperti pengalaman penulis beberapa tahun silam, "Bu, aku ngga kerasan di pondok ini," jeder! Hati seorang ibu sang penulis sontak kaget, merasa kasihan kepada anaknya. Nah, sudah ya, jangan bercerita hal-hal menyedihkan.
Saran dari penulis, ia selalu bercerita hal-hal yang membahagiakan, misalnya, "tadi aku habis ikut acra ini bu. Dari awal acarany sudah seru, begini begitu, inti acara tentang curhat dari owner-owner"
"Lagi belajar, Bu."
"Alhamdulillah, bu. Di sini aku krasan banget"
"Alhamdulillah, bu. Uangnya bulan ini masih ada, ngga usah dikirim dulu"
Hati seorang ibu akan merasa lega, nyaman, dan bersyukur.
Kapan kita bisa membantunya secara langsung jika jarang pulang?
Ketika liburan. Maksimalan di situ. Aktivis sejati adalah dia yang tau kapan pulang dan kapan harus kuliah di kampus.
Apa yang bisa kita lakukan?
Banyak, prinsipnya satu: perlakukan ayah ibumu seperti raja, maka rezeki dan orang lain akan memperlakukanmu layaknya raja.
So that, jika kita bertemu raja, sudah tau kan apa yang kita lakukan? Kerjakan apa yang biasa mereka kerjakan.
Selengkapnya akan dibahas dalam artikel lepas, "Sufisme Abad 21"
Terima kasih. Salah datangnya dari kami, benar mutlak milik Allah SWT.
Comments
Post a Comment