Teman yang Mau Diajak Susah
"Perjalanan bukan hanya tentang kemana kita pergi, tapi yang lebih penting dengan siapa kita pergi."
Udah pengen istirahat banget, terus gak jadi tidur. Gue lagi terenyuh nulis tentang "teman". Kadang gue ngerasa, membahas tentang "teman" atau kata lain yang lebih dekat "sahabat", itu perlu. Rasanya belum afdhol atau kurang komplit gitu, kalo gak membahasnya.
"TEMAN"
Emm, sepertinya cerita apa adanya lebih mengalir dan mudah dipahami.
Kalo kita bener-bener nyari temen, kita tidak butuh kuantitas seberapa, mau jumlahnya satu, dua, tiga, atau lebih kita butuh kualitas mereka dalam menjalani pertemanan.
Misalnya, mau mendaki ke gunung, gue merenung sejenak, siapa ya yang bisa menemani bersama ketika lagi mendaki, ketika gue lelah di tengah jalan, nungguin gue pas barang gue ketinggalan di bawah terus gue harus ambil lagi, ketika gue mendadak lagi gak mood diajak foto di alam yang indah banget terus dia nyemangatin gue lagi, dan hal sejenis lainnya.
Emang bener sih, kita gak boleh pilih-pilih temen, gue suka dengan kalimat ini. Tapi, dari pengalaman demi pengalaman, sebenarnya ketika kita pergi jauh, bukan hanya tentang sejauh mana kita pergi yang berasa indah, tapi yang terpenting, dengan siapa kita pergi. Maka ke tempat manapun akan terasa nikmat.
Gue pernah ngalamin ini, dan gue yakin pasti kalian juga pernah mengalami hal ini. Udah pergi jauh dari rumah, ke pantai misalnya, tapi gak klop gitu sama orang-orangnya, bisa jadi liburan ke pantai itu malah jadi gak berkesan, atau biasa aja. Rame, tapi hati berasa kayak hambar. Bawaannya mau pulang dari situ.
Bisa juga ketika kita pergi ke tempat jauh yang mewah, kondisi sejuk, pemandangan bagus, tapi hanya dinikmati sendiri, gak akan berasa nikmatnya. Tetapi, pergi ke suatu tempat bersama teman akan terasa menyenangkan.
Bisa juga ketika kita pergi ke tempat jauh yang mewah, kondisi sejuk, pemandangan bagus, tapi hanya dinikmati sendiri, gak akan berasa nikmatnya. Tetapi, pergi ke suatu tempat bersama teman akan terasa menyenangkan.
Jadi, mulai sekarang, perjalanan bukan hanya kemana kamu pergi, tapi dengan siapa kamu pergi.
Rasanya beda banget. Pernah tuh gue pergi ke luar rumah, jalanan macet, kondisi panas, duit bokek banget, tujuan gue juga gak jelas, tapi karena gue jalannya sama temen yang klop banget, rasanya nyaman, nyenengin, bahkan lupa waktu. Di jalan isinya ngobrol, ketawa-ketawa hal kecil, tapi berasa quality time banget.
Misalnya pas gue badmood mendadak, dia langsung kasih gue moodboster. Gue lagi susah, mau ini itu dia langsung service gue, lagi dimarahain sama orang di tengah jalan yang gak gue kenal, dia nenangin gue.
Begitupun sebaliknya, pas dia diem, gue yang aktif bicara, agar suasana gak kaku, pas dia lagi butuh dianterin ke sana ke mari, di luar daftar tujuan kita, gue dengan senang hati nganterin, ya gitu lah.
Sederhana, tapi perbuatan teman kita lah yang paling mempengaruhi gimana perjalanan kita. Kita hanya akan merindukan kenangan bersama orang dan tempatnya.
Begitupun sebaliknya, pas dia diem, gue yang aktif bicara, agar suasana gak kaku, pas dia lagi butuh dianterin ke sana ke mari, di luar daftar tujuan kita, gue dengan senang hati nganterin, ya gitu lah.
Sederhana, tapi perbuatan teman kita lah yang paling mempengaruhi gimana perjalanan kita. Kita hanya akan merindukan kenangan bersama orang dan tempatnya.
Bukan, bukan manja kepada teman. Tapi, tentang peduli satu sama lain. Urusan kalian menilai gue gimana, itu belakangan.
Mungkin gue lagi ngawur, gue nulisnya agak capek, dari kemaren hari Jumat gue ada penelitian besok kuliah pagi, tapi karna gue masih muda, jadinya abis pulang dari karantina penelitian tiga hari, begadang, gue masih ngeblog. Anak muda bebas kali cuy. Kalo elu, gimana cara mengartikan masa muda?

mengartikan masa muda klo menurut gue dengan cara sebesar efek yang kamu berikan pada masyarakat sekitar lu brohhhh
ReplyDeletetenang masa muda gue juga tentang buku, cinta dan pesta
Nah ini gue suka, memberi efek kepada masyarakat. Btw, masa muda mba rina ttg buku, cinta dan pesta, ajib juga nih.
Deletepesta opo reekkk....
DeleteLha nggeh
DeleteTerus berproses, nduk.
ReplyDeletesemangat terus nulis kakak, ku baca tulisan-tulisan kakak yang lain. salam kenal da kunjungi juga blogku di http://coretanokta17.blogspot.co.id/
ReplyDeleteWiw, thankyou. Oke.
Delete